Indah yang Sempurna

Sungguh indah. Sungguh sempurna.

Rencana Allah bagi hamba-Nya.

Saya dan dia mengalaminya.

Tidak pernah menyangka, pertemuan sesaat pada malam itu.

Menjadi gerbang pertemuan kami. Hingga saat ini.

Dan insyaAllah selamanya. Hingga nyawa terpisah dari raga.

Namanya Indah Lusiana.

Dinda. Panggilan spesial saya.

Penggabungan dari kata Dek Indah.

Dinda.

Pertama jumpa, ku sudah curiga.

Ada getaran yang berbeda.

Tertarik, tidak juga. Suka, belum ada.

Belum tahu siapa nama. Dari mana. Apalagi sampai ada rasa.

Enam bulan berikutnya.

Allah takdirkan kembali jumpa.

Bertemu sesaat. Hanya untuk mengatakan, “Ini pulpennya bu”.

“Terima kasih” itu yang kau balaskan.

Dirimu begitu menjaga pandangan.

Belum sempat kuajukan pertanyaan.

Siapa nama lengkapmu? Darimana dirimu? Apa nama akun medsosmu? Berapa nomor WA-mu?

Dinda

Hingga kutahu ternyata kita punya jalan berbeda.

Aku hanya berusaha. Mencari jawaban siapa tulang rusuk itu.

Siapapun dia, akan kuterima. Dengan sebaik-baiknya.

Karena takdir jodoh, adalah ketentuan Allah ta’ala.

Dinda

Lama tak berjumpa. Tak pula saling bertanya.

Allah takdirkan kembali jumpa.

Kali ini lebih lama.

Dinda

Kusendiri dibuat bingung. Mengapa seakan banyak hal mendukung.

Rasanya, terlalu banyak kemudahan. Hingga banyak hal bisa disegerakan.

Rencananya, pascalebaran kuakan bersilaturahmi. Namun, Maret akhir itu semua bisa terjadi.

Bertemu orang tua. Kali pertama.

Datang seorang diri, menemui keluarga.

Entah mengapa begitu berani, niatku hanya satu, menjempu restu.

Lagi,

Rasanya, terlalu banyak kemudahan. Hingga banyak hal bisa disegerakan.

Syawal kuakan membawa orang tua, bersilaturahmi antarkeluarga.

Namun…

Mei semua bisa terlaksana.

Proses khitbah dengan persiapan singkat. Tapi tetap khidmat.

Pertama kali ibuku bertemu denganmu.

Pertama kali pula keluarga saling berjumpa.

Lagi-lagi.

Rasanya, terlalu banyak kemudahan. Hingga banyak hal bisa disegerakan.

Akhir tahun, rencana melangsungkan pernikahan.

Namun…

Allah takdirkan Juli semua itu terjadi.

Keputusan singkat, tiga minggu sebelum akad.

Persiapan terasa dimudahkan.

Hingga hari H pelaksanaan.

Dinda

Saat janji suci itu terucap.

Getaran hati tak mampu kusembunyikan.

Fikirku. Saat ini ku menikahi wanita yang hanya jumpa sekejap mata.

Untuk kebersamaan selamanya.

Kala itu, pertama kali kupegang tanganmu.

Tak kuasa di hadapan para tamu.

Rasa tangis haru.

Syukur sedih bercampur aduk jadi satu.

Maret, April, Mei, Juni, dan Juli

Seakan marathon seperti mimpi.

Dinda

Semoga pertemuan kita penuh dengan makna.

Pernikahan yang bukan sekedar cinta.

Cinta yang suci, dari Sang Ilahi.

Pernikahan yang membawa keselamatan, kebahagiaan, dan keberkahan.

Menjemput ridho Allah Yang Maha Menyatukan.

Aminn…

Dinda,

Hari ini usiamu bertambah,

Semoga juga bertambah berkah,

Menjadi pribadi muslimah yang sholehah,

Juga Calon Ummi dari anak yang sholeh/sholehah. Amin

 

untukmu Indah-ku

Selasa, 01 Oktober 2019

 

Tinggalkan Balasan