Peluncuran Enam Buku Dr. Aswandi

“… Karena saya ingin nanti ketika saya sudah mati, saya tidak hanya ingin ditanam di kuburan seperti itu. Saya ingin juga disimpan di rak-rak buku… ,” ujar Dr. Aswandi.

Alhamdulillah, hari ini diluncurkan 6 Buku karya beliau dan kami sangat bersyukur menjadi bagian dr peluncuran buku karya Tokoh Pendidikan Kalimantan Barat tersebut. Dr. Aswandi mengajarkan banyak hal, salah satunya semangat menggunakan waktu dengan baik, sehingga dalam satu tahun bisa menulis sekian buku tsb. Buku ini sejatinya, sekaligus sebagai bagian dari Kado Ulang Tahun untuk beliau di usia 60 tahun ini pada 13 Mei 2018 lalu.


PONTIANAK – Tokoh pendidikan Kalimantan Barat Dr. Aswandi meluncurkan buku terbarunya pada awal tahun 2019 ini. Tidak hanya satu buku, melainkan enam judul sekaligus. Buku-buku tersebut sebagian besar berkutat pada isu pendidikan dan kepemimpinan. “Buku-buku ini adalah yang saya tulis sepanjang tahun 2018 dan diluncurkan bersamaan,” ujar orang yang juga berposisi sebagai Wakil Rektor Universitas Tanjungpura ini, kepada Pontianak Post, kemarin.

Keenam buku yang baru diluncurkan itu adalah; Kepemimpinan Berbasis Karakter, Pendidikan dan Perubahan, Manajemen Perubahan: Sebuah Pengantar, Pemimpin Bukan Manajer, Kapita Selekta Pendidikan I, dan Kapita Selekta Pendidikan II. Semuanya diterbitkan oleh Penerbit Rajawali Press di Jakarta. Harganya bervariasi antara Rp70.000 sampai Rp100 ribu per judul. Setiap judul rata-rata berisi 100-200an halaman.

Lantas mengapa dia bisa begitu produktif menulis buku. Menurutnya hal tersebut lantaran niatnya untuk terus menulis dan mendokumentasikan pikiran-pikirannya.

Aswandi selalu menyempatkan diri untuk menulis. Dia selalu membawa sebuah buku catatan yang bisa digunakan bila sewaktu-waktu punya ide tulisan. Bahkan di dalam kamar mandi pun dia menulis. Sering saat sedang makan dia menulis. Atau saat rapat dan mengajar. Walau hanya beberapa kalimat. Menurutnya terkadang ide datang di tempat dan waktu yang tak terduga. Agar ide tersebut tidak menguap begitu saja, dia selalu membekali diri dengan pena dan buku tulis.

Kendati berlatar belakang akademisi dan peneliti, Aswandi sendiri memiliki gaya penulisan populer. Dia sendiri sudah terbiasa dengan gaya ini lantaran sudah bertahun-tahun menjadi kolumnis tetap di Pontianak Post dan berbagai media massa nasional dan lokal lainnya. Dunia kepenulisan buku sendiri bukan hal baru baginya. Total dia sudah memiliki 12 judul buku karangan sendiri. Termasuk otobiografinya.

Menulis buku bagi dia, memang hanya hobi dan tidak mengejar keuntungan semata. Namun dalam kepenulisan buku, Aswandi berusaha untuk menjangkau semua segmen pasar. Oleh sebab itu dia menggunakan gaya sederhana dengan pilihan kata yang dimengerti bayak orang. “Saya menulis dengan kalimat dan paragraf yang pendek-pendek. Karena buku yang habis dibaca orang biasanya seperti itu gayanya,” ungkap dia.

Tahun ini pun dia tidak ingin sama produktifnya dengan tahun lalu. Dia menargetkan pada bulan Mei nanti dia akan menerbitkan lima buku lagi. Bahkan saat ini dia sudah punya tiga draft buku yang akan segera diselesaikan. Bila pembaca tertarik untuk memiliki buku karangan Aswandi bisa menghubungi marketingnya, Sandra dengan nomor telepon 085251131187.

Lantas apa tujuannya menerbitkan buku? Aswandi mengatakan berdasarkan penelitian, dalam sehari manusia punya 60.000 pikiran. Sebanyak 80 persennya berisi hal negatif, sisanya positif. “Agar yang negatif tidak mendominasi, maka pikiran perlu dituntun ke hal positif. Caranya dengan menulis,” sebutnya. Selain itu, Sahabat Nabi  Muhamad, Ali bin Abu Thalib mengajarkan untuk menulis buku. Begitu juga banyak pepatah bijak yang mengatakan, tulisan atau buku akan membuat nama dan pikiran seseorang abadi. “Orang bisa mati tetapi tulisan abadi,” sebutnya. (ars)

*Tulisan ini telah tayang di https://www.pontianakpost.co.id/sambut-2019-aswandi-luncurkan-enam-judul-buku-sekaligus

Tinggalkan Balasan