Prof. Garuda Nahkoda Tanjungpura

Nahkoda baru, harapan baru.

Terpilih sebagai Rektor Universitas Tanjungpura. Tanggal 2 April kemarin. Segera dilantik 12 April mendatang.
Proses pemilihannya cukup ketat. Menjadi pemenang setelah kalah pada putaran pertama.
Beliau menyadari PR-nya sangat banyak. Visi ditawarkan. Program-program segera difinalkan. Ingin mengikuti perkembangan zaman. Memenangkan kompetisi. Utamanya di era revolusi industri 4.0. Visi itu bisa terjadi, kalau semua saling bahu-membahu.

Bekerja sama untuk bersama.
Prof. Garuda menawarkan, Untan segera menjelma menjadi Kampus Siber (Cyber Campus). Full teknologi.

Ini bukan mimpi di siang bolong. Peta besarnya sudah siap. Embrionya juga sudah ada. Dimulai oleh Rektor sebelumnya, Prof. Thamrin.
Kalau itu terjadi, maka stigma Kalimantan sama dengan hutan akan segera berakhir. Penilaian Kalimantan lebih tertinggal dari Jawa pun segera luntur.
Secara pribadi, Prof. Garuda ini lebih dulu memutuskan stigma itu. Menjadi salah satu dari sekian Orang Pontianak yang wira-wiri ibukota. Namanya diperhitungkan tingkat nasional.

Bagi saya, ia adalah salah satu guru di universitas kehidupan. Sosoknya tidak sekedar profesor bidang akademik. Tapi lebih dari itu, mengajarkan banyak hal. Tentang kehidupan. Tentang budi pekerti. Tanpa SKS. Tanpa ruang kelas.
Saya sangat bersyukur.

Allah pertemukan dengan orang-orang yang sangat luar biasa. Sejak dulu rasanya, mulai sekolah dasar.
Selama di Pontianak, saya menemui dua kebesaran garuda. Keduanya sama-sama gagah. Fenomenal.

Pertama, Garuda lambang kerajaan Sintang, Kalimantan Barat. Yang menjadi salah satu inspirasi utama Sang Perancang Lambang Negara, Sultan Hamid II.
Dan satu lagi, Garuda Wiko. Putra Melayu asli Mempawah. Yang siap menerbangkan kampus terbaik di Kalimantan itu.
Penilaian subjektif pribadi.

Beruntung benar kampus ini dinahkodai sosok seperti beliau.

Semoga membawa banyak kemajuan dan keberkahan.
Aminnnn

Tinggalkan Balasan